Home » Featured, Headline, Lepas

Alasan Mengapa Banyak Orang Sulit Jadi Kaya

2 February 2012 6,496 views 13 Comments

Kalo ditanya, Apakah Anda ingin kaya? Saya rasa, jawaban orang normal pasti jawab iya. Masalahnya mengapa kebanyakan orang sulit jadi kaya? Jawabanya karena kebanyakan orang tidak bisa mengolah uangnya dengan bijak/ kebiasaan dalam mengolah uang masih sangat buruk.

Sebelum melangkah lebih jauh, saya mau samakan dulu standard ‘kaya’. Bagi saya, yang namanya kaya itu gak harus punya mobil bagus, rumah megah, dll (walopun kemungkinan besar itu nyicil semua :)). Itu mah namanya ‘kelihatan kaya’. Bagi saya yang namanya kaya itu, kalo Anda berhenti bekerja sekarang, Anda bisa hidup dengan gaya hidup Anda sekarang ini, kini dan hingga saat Anda pergi (jadi tidur pun duit tetep masuk).

 

Contoh real yang saya temukan berapa hari lalu:

Ada seorang karyawan sebuah perusahaan tingkat nasional yang gajinya kurang lebih 4- 5 juta sebulan (udah lumayan nih).

Perkiraan saya, living cost per bulan (ambil rata-rata anak kostan ya) 2 juta.

Entah karena alasan apa, dia membeli sebuah mobil dengan cicilah 2,4 juta sebulan selama 5 tahun.

Coba Anda perkirakan, berapa banyak uang yang bisa dia tabung setiap bulannya? Tebakan saya tabungannya nyaris NOL! Loh kenapa? Harusnya ada selisih 600 ribu bukan? Emang mobil jalan gak pake bensin apa? Haha,,

Anggaplah tiap tahun dia mendapatkan kenaikan gaji 10%, apakah orang ini sudah bisa punya tabungan di akhir bulan? Saya ragu, soalnya tiap tahun harga kebutuhan pokok juga naik terus.

Kebiasaan seperti inilah yang menyulitkan banyak orang untuk menjadi kaya. Boro-boro lebih, gak kurang aja sudah bagus. Orang ini tidak bisa berhenti atau pindah kerja kecuali dia mendapat jaminan akan mendapatkan gaji yang lebih (atau minimal sama) dari perusahaan sekarang.

Kalo dak gini, orang tersebut akan ‘tersandera’ kebebasannya 5 tahun kedepan! Ingat 5 tahun bukan waktu yang singkat loh, apalagi cuma untuk membayar cicilan.

Percayalah, orang-orang seperti ini, kalaupun dia mendapatkan income yang jauh lebih besar, dia akan mencari sesuatu yang bisa dia cicil dengan uangnya tersebut.

 

Ada contoh lain nih:

Ada seorang entrepreneur kecil kecilan, penghasilannya lumayan lah, katakanlah pendapatan bersihnya (sudah dikurangi living cost) 10 juta perbulan. Logisnya, dengan pendapatan seperti ini dia mampu cicil mobil yang lumayan. Tapi ternyata dia tidak demikian.

Dia lebih memilih memutarkan uangnya lebih dahulu. Walopun mungkin dia harus naik motor kemana-mana.

1 tahun berlalu, kini incomenya sudah 30 Juta per bulan, dia tetap memilih naik motor! Tahun depannya lagi saat incomenya sudah 100 juta per bulan, barulah ia beli mobil bekas :) (yang notabene bisa dia beli dengan pendapatan 1 – 2 bulan doank)

Ada mungkin orang yang berpendapat, ngapain cari duit susah-susah koq tidak dinikmati? Well, bukan tidak dinikmati, tapi ditunda. Kebanyakan orang punya kebiasaan untuk menghabiskan uang yang ia dapatkan secepat mungkin. Aneh memang, tapi itulah kenyataannya!

Kadang ada kalanya kita ‘iri’ melihat orang lain bisa berpergian keluar negeri, bajunya bagus-bagus, mobil dan rumah nya keren. Haha,, tapi dibalik itu semua, kebanyakan orang membayarnya dengan perjuangan seumur hidup gara-gara ingin kelihatan hebat (mungkin kali ya)

Saya sendiri memilih jalan yang kedua. Haha,, hari ini walopun income saya sudah jauh melebihi pengeluaran saya, saya tetap memilih hidup sederhana.

Kalau Anda ingin bisa kaya, sebenarnya simple aja:

Keluarkan lebih sedikit dari yang Anda hasilkan, lalu investasikan selisihnya.

Jika Anda mengikuti cara yang sederhana ini, mudah-mudahan Anda bisa cepet kaya :)

 

 

 

 

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 4.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

13 Comments »

  • Birgita said:

    siapa tau, siapa tau penghasilan extranya lebih besar daripada penghasilan bulanan lho. siapa tau dia main saham, punya rumah yg dikontrakin, dll.. bukan cm yg kelihatan dari luar lhooo :D

  • andriapriyadi (author) said:

    @Birgita: It might be true, unfortunately only few people do so :(

  • nique said:

    kebanyakan orang memang seperti itu, sangat mementingkan tampilan luar
    tak peduli bagaimana cara mendapatkannya.
    tidak semua, tapi kebanyakan.
    semoga sih kita2 termasuk golongan yang tidak begitu, karena setuju saya, bukan tidak menikmati hidup karena berhemat, tapi menunda … lagipula esensinya hidup apa sih? bukan pada benda2 itu tadi juga ‘kan? :D

  • andriapriyadi (author) said:

    @nique: Yups, mudah2an kita gak masuk golongan pertama :)

  • Eko Budi Santoso said:

    Setuju, sangat beranfaat sekali untuk membentuk MENTAL ENTERPRENEURSHIP.

  • andriapriyadi (author) said:

    @Eko: Thanks

  • Agus Hadi said:

    Saya senang baca tulisan ini. Memberi inspirasi (walaupun sebenarnya sejalan dengan pola pikir saya) tp setidaknya kembali mengingatkan saya arti dari hidup dan arti dari kaya. Manteb bro

  • hm store said:

    Bener sih gan apa yang disampein oleh agan ini…
    Mau jadi kayak itu harus bener-bener pinter ngelola uang hehe

  • aditya said:

    Kalau menurut saya sih menikmati hidup itu juga penting lho, apakah kita tahu sampai kapan kita hidup? (kecelakaan, sakit dll) bisa menimpa kita kapan saja, jangan terlalu kikir berilah sedikit kesenangan pada diri kita apabila kita mampu. Ukuran kaya juga belum tentu tiap orang sama, misalnya yang tadi uangnya 5 juta pake nyicil mobil, uangnya habis tiap bulan tp ybs menikmati kenyamanan lebih dulu dibanding yang gajinya 10 juta tp tidak punya mobil, siapakah yang kaya kalau diukur dari kenikmatan? katakanlah yg gajinya 10 juta baru akan membeli mobil lima tahun mendatang, lalu belum lima tahun jatuh dari gunung? nah lho..he.he.. jadi ukuran kaya itu relatif, apakah jumlah harta atau jumlah kenikmatan? kalo gajinya 10 juta tp kamarnya panas gak pake AC? weleh..weleh…enakan yang gajinya 3 juta kamar pake ac…

  • andriapriyadi (author) said:

    @Aditya: Gak apa apa sob. Itu kan pendapat kamu. Liatlah hidup 5 tahun mendatang baru komen lagi :P

  • adi said:

    ya..ya..ya..!! memang benar kita harus menikmati hidup dan kaya itu relatif..!! tapi menurut gue menikmati hidup juga relatif..!! menikmati hidup dalam kepandaian mengelola uang dengan baik adalah lebih baik dari pada menikmati hidup dengan kemewahan yang dihantui tagihan perbulan..!!
    silahkan kembali kepada pribadi kita masing2…!!

  • Adam said:

    artikel yg nonjok sekali :D
    memang jadi yg pertama itu malah ga bisa nikmatin hidup, gaji habis buat bayar cicilan tiap bulan.

  • geejhon said:

    ya betul, kuncinya adalah menunda kesenangan. Justru itulah, meskipun terdengar gampang, tapi sulit dilakukan. Setiap kali memiliki uang, maka yang terpikirkan:

    “mau saya belikan apa uang ini?” Ganti gadget baru? atau …. beli perhiasan baru?

    Saya setuju sekali dengan artikel ini, sukses selalu.. salam.

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.